Ternyata, kami menuju suatu perumahan elit yang baru dibangun, "Fi, kita mau kemana?" ucapku penasaran."Mau kerumah saya, haha" ucap Alfi bangga. Kami pun cengik bersama. Setelah sampai, kami disambut oleh karpet yang sangat lembut, kue-kue, dan sebuah snack maicih, tanpa malu-malu, aku, kadek, dan devi langsung duduk dan mengambil makanan tersebut. Karena merasa belum cukup, aku dan Alfi pergi membeli es krim.
Matahari ingin meninggalkanku, sunset tiba. Aku dan Alfi pun pulang membawa es krim walls dung dung rasa kelapa muda. "astaga tidak ada sendok buat makan es krim ini" ucap Alfi sambil menunjuk es krim tersebut. "udah pakai sedotan air gelas ini aja, haha" ucap Kadek sambil tertawa. Pertama kami memakan es krim tersebut menggunakan sedotan air gelas itu susah mengambilnya namun itulah yang membuat kami tertawa,sayang Devi tidak ikut memakan es krim."Saya takut amandel saya ini" ucapnya sedih. Tiba-tiba, " Ee tan, kebesar tangamu, tidak isa saya ambil es krim ini jadinya" ucap kadek. Kami pun tertawa bersama sedikit terbahak-bahak.
Sebenarnya aku juga geregetan mengambil es krim tersebut karena tidak sepuas mengambil memakai sendok, tetapi inilah kebersamaan yang indah. Lain kali sebaiknya di rumah baru sedia sendok yang banyak.
sebelumnya terimakasih yang sudah membaca :), saya mau bertanya, "apakah cerita ini termasuk PARAGRAF NARASI?" tolong di bantu ya kawan.. ya sorry, saya kan bodo bahasa indonesia .-.:D wkwk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar